

Di sini saya akan menulis review yang berbeda dalam segi bahasa dari kebanyakan orang. Alasan saya menulis memakai bahasa Indonesia adalah pertama, saya tidak bisa memakia bahasa Inggris, jadi ya mungkin review ini ga banyak yang baca. Kedua, jika ada user AniList dari luar Indonesia yang baca, saya dapat mengenalkan bahasa tercinta ke kalian-kalian *kayak bakal ada yang baca aja lol.
STORY 77,67/100
Ceritanya lumayan bagus, mulai dari Yato-sama hidup dalam kesusahan tidak disukai banyak orang lalu bertemu dengan seorang anak muda SMA, Hiyori. Kemudian kreator menanam bibit-bibit awal permasalahan. Di sini pengenalan masalah bisa dibilang cukup baik, tapi ada masalah pengenalannya kurang panjang sedikit. Sebab ini tidak cukup baik adalah scene-scene yang boros. Score untuk awal cerita 75. Pertengahan cerita ini sedikit membuat saya kaget, karena dengan pengenalan masalah yang kurang baik penulis dapat menyentuh klimaks cukup baik, pertengahan 78. Untuk penyelesaian, ini hasil yang bagus karena perpindahan klimaks ke penutup lembut, penutup 80. Tambahan, mungkin dengan penulis menggali lebih dalam lagi permasalahan dengan salah satu musuhnya mungkin ini akan mengangkat nilai dari segi cerita (Bishamon) juga menggali lebih dalam terkait Kazuma. Saya juga merekomendasi untuk orang-orang yang menyukai anime bergenre komedi ringan. Karena ada beberapa scene yang membuat saya tertawa.
CHARACTER 84/100
Untuk pembangunan sebuah karakter cukup baik, mulus, lembutt, bersih. Tidak tiba-tiba berubah tidak jelas tanpa alasan seperti anime Tokyo Ghoul (sorry untuk yang ngefans ya). Karakternya pun bisa dibilang unik-unik, ada yang bego, ngomongnya nusuk, apatis dan semacamnya. Menurut saya kreator paling sukses di pembangunan karakter Yukine-kun. Ini berhasil membuat saya kesal terhadapnya, karena pembangunan emosi karakter yang membuat hati terbawa. Saya harap ada perkembangan pada untuk season 2 nya. So, kalau begitu 84 aja lah...
GRAPHIC 65,75/100
Untuk grafik di Noragami standar. Seperti kebanyakan anime. Tidak ada yang spesial. Dari segi proposional, sebenarnya lumayan proposional, tapi ada bagian yang membuat agak geli. Kakinya kenapa kecil-kecil banget ya, lalu ketika Yukine menangis sempat membuat saya kaget, kenapa bentuk mukanya berubah jadi tirus, garis lurus yang menunjukan tirus juga tidak sesuai dengan yang sebelahnya. Lalu dari dagunya, seperti semuanya sama. Namun ada bagian yang membuat mencenangkan, ketika bagian Yato dapat tusukan pembicaraan (ejekan atau satire; satire merupakan suatu makna sindiran) dari Yukine atau Hiyori dan lain-lainnya. Kreator langsung memberikan gambaran lembut seperti pada template manga. Kemudian dari segi motion yaaa standar banget, hmm rata-ratalah. Kalau sudah pernah menonton Kimetsu no Yaiba akan merasakan perbedaannya. Motion di Noragami perpindahannya lumayan kasar. Untuk penonton anime yang mencari grafik tidak terlalu merekomendasi. Jadi segi grafik ya rata-rata 65, proposional 60, bonus poin 70, motion 68.
SOUND 78/100
Oke kita sudah sampai pada tahap penilaian ke-3. Untuk sound akan saya berikan nilai bagus. Pertama saya bahas opening. Opening ini soundnya enak untuk dinikmati (bagi saya) dan pas untuk cerita komedi ringan. Lalu, kedua, Endingnya, pendahuluan untuk ending lagu cukup menarik namun semakin ke belakang suara yang membosankan, semacam grafik penawaran yang menurun. Kemudian, ketiga, dari 12 episode yang ada, semua backsound berperan dengan baik. Untuk suara pedang, ayakashi yang imut, pecahan kaca dan efek suara lainnya, cukup pas. Pengisian suara karakter, sesuai dengan karakter-karakter yang ada, semuanya cocok. Karena tidak ada yang spesial, 78.
ENJOYMENT 80/100
Waaaaa seru sihh paaraahhh, yang suka komedi wajib nonton. Enjoy banget. Untuk ke enjoy-an saya tidak bisa mendefinisikannya. Tapi di sini ada beberapa kekurangan, hanya sedikit kok. Adanya scene sampah atau boros. Sekitar 4 kali scene boros, yang maksud saya boros adalah ketika Hiyori mandi dan juga Bishamon mandi. Saya BENAR-BENAR TIDAK SUKA scene yang seperti ini, karena merusak jalannya cerita, merusak momentum, serta menyia-nyiakan waktu yang ada dalam satu episode yang sebenarnya masih bisa digali lagi untuk memperdalam cerita. Scene boros ini sangat berpengaruh bagi penilaian saya jadi untuk penilaiaan enjoyment adalah 80.
OKAY HOPE YOU ENJOY
14.5 out of 17 users liked this review